Berita & Kegiatan UMKM
Temukan berbagai event kolaborasi, workshop, dan kegiatan pemberdayaan UMKM dari semua kategori
Penguatan UMKM Melalui Raperda Penanaman Modal dan Skema Pendanaan Riset Berkelanjutan
Malang – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal Kota Malang Tahun 2026 berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, pukul 13.00–17.00 WIB di Ruang Rapat Komisi A, Lantai 2 Gedung DPRD Kota Malang. Forum tersebut menghadirkan unsur DPRD, perangkat daerah, akademisi, organisasi profesi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan yang memberikan masukan terhadap substansi regulasi investasi daerah. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal Kota Malang Tahun 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi daerah. Perwakilan IWAPI DPC Kota Malang, hadir Ibu Anies Purnamasari selaku WKU 1 bersama Eris Dianawati, yang hadir sebagai pelaku UMKM, akademisi, pemerhati pemberdayaan ekonomi perempuan, sekaligus pendiri platform bisnis digital bizhouse.id, menyampaikan sejumlah masukan strategis untuk memperkuat substansi regulasi agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha lokal. Dalam kesempatan tersebut, Eris memberikan perhatian khusus terhadap Pasal 23 huruf c mengenai kemungkinan pemberian dana stimulan untuk pengembangan sektor prioritas tertentu. Menurutnya, ketentuan tersebut perlu diperkuat melalui skema implementasi yang mampu menjangkau UMKM secara lebih luas, terutama dalam aspek peningkatan kapasitas, inovasi produk, digitalisasi usaha, riset terapan, serta penguatan daya saing berbasis potensi lokal. “Pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui akses permodalan dan pasar. Yang tidak kalah penting adalah investasi pada pengetahuan, inovasi, riset, serta pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Dana stimulan perlu diarahkan sebagai instrumen pengungkit agar UMKM mampu naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan ekonomi global,” ungkap Eris. Lebih lanjut, Eris mengapresiasi pandangan Ketua Panitia Khusus Raperda, Bapak Harvad Kurniawan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, organisasi masyarakat, komunitas usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan. Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan Kota Malang sebagai kota pendidikan, kota kreatif, dan pusat pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Menurut Eris, selama ini berbagai upaya pemberdayaan UMKM, pelestarian kearifan lokal, serta penguatan identitas budaya Kota Malang telah banyak dilakukan melalui kegiatan riset dan pengabdian masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi maupun organisasi usaha. Namun, sebagian besar program tersebut masih bergantung pada kompetisi hibah eksternal dan pendanaan internasional yang prosesnya sangat kompetitif. “Selama beberapa tahun terakhir kami berupaya mengembangkan program pemberdayaan UMKM melalui riset dan pengabdian masyarakat dengan mencari dukungan hibah dari berbagai lembaga nasional maupun internasional. Padahal isu yang diangkat sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat Kota Malang, mulai dari penguatan UMKM perempuan, digitalisasi usaha, hingga pelestarian produk berbasis budaya lokal. Karena itu, kami berharap kepedulian yang sama juga dapat diwujudkan melalui dukungan pendanaan daerah yang bersumber dari anggaran legislatif maupun program pembangunan daerah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberadaan skema pendanaan riset kolaboratif berbasis kebutuhan daerah akan memberikan manfaat jangka panjang karena menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan, inovasi produk, serta solusi yang dapat langsung diterapkan oleh UMKM. IWAPI Kota Malang memandang bahwa investasi yang berkualitas bukan hanya menghadirkan modal dan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kapasitas sumber daya manusia, memperkuat ekosistem kewirausahaan, serta menciptakan ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Melalui Raperda ini, diharapkan lahir kebijakan investasi yang tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat kemandirian UMKM, memberdayakan perempuan pelaku usaha, serta menjaga keberlanjutan kearifan lokal dan identitas budaya Kota Malang sebagai aset pembangunan yang bernilai strategis. Berikut versi yang lebih singkat, efektif, dan tetap bernilai strategis untuk dimasukkan ke dalam rilis: Wakil Ketua Umum I IWAPI DPC Kota Malang, Anies Purnamasari, SE, juga menyampaikan usulan terkait ketentuan prioritas penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, investor yang beroperasi di Kota Malang perlu didorong untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal yang telah memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Anies mengusulkan agar tenaga kerja yang tergabung dalam program GASPOL dapat menjadi salah satu sumber rekrutmen bagi investor, mengingat mereka telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja. “Investasi yang masuk ke Kota Malang harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, tenaga kerja lokal yang telah memiliki kompetensi perlu mendapat prioritas sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara investor dan masyarakat Kota Malang,” ujarnya. Usulan tersebut sejalan dengan semangat Raperda yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. @erdiana
Lihat Detail
IWAPI Kota Malang Gandeng EDO Pastry Hadirkan Demo Baking 10 Menu, Diikuti 42 Peserta dari Berbagai Komunitas
Malang, 31 Mei 2026 – Antusiasme pelaku UMKM dan perempuan pengusaha terlihat dalam kegiatan Demo Baking EDO Pastry yang diselenggarakan di Kafe Bunker Gedong Ijen Kota Malang, Minggu (31/5). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB ini berhasil menghadirkan 42 peserta aktif, melampaui target awal panitia sebanyak 30 peserta. Peserta berasal dari berbagai komunitas dan latar belakang usaha, di antaranya anggota IWAPI DPC Kota Malang, komunitas GASPOL, pelaku UMKM kuliner, fashion, kerajinan, serta Manajemen PT Sukanda Djaya. Kegiatan dibuka oleh Ketua DPC IWAPI Kota Malang, Ibu Arin Suprastiwi, SH, yang menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan jejaring usaha bagi perempuan pengusaha di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin dinamis. Acara utama berupa Demo Baking Intensif selama tiga jam dipandu oleh Bapak Asep Irwansyah bersama tim EDO Pastry yang bermitra dengan PT Diamond Cold Storage dan PT. Sukanda Djaya. Pada kesempatan tersebut, Chef Sari Utami (sering dikenal sebagai Chef Sari) adalah seorang Pastry Chef profesional bersertifikasi BNSP dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia pastry. Ia saat ini dikenal luas sebagai Technical Chef dan brand ambassador untuk Edo Food praktisi bakery berpengalaman, mendemonstrasikan 10 menu unggulan bakery dan pastry sekaligus membagikan pengetahuan mengenai teknik produksi, pemilihan bahan baku, pengemasan produk, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Menu Cost, serta strategi penentuan harga jual yang kompetitif. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi yang menunjukkan tingginya minat peserta untuk mengembangkan usaha kuliner mereka. Selain mendapatkan keterampilan teknis, peserta juga memperoleh wawasan praktis mengenai pengelolaan usaha bakery yang berkelanjutan. Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya bazaar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan, antara lain Sambal Bu Rusdan, Tas Anyam Bu Tunik Batu, koleksi fashion Ginger Potato Gallery, produk Andalan Kecap Manis, serta produk pangan dan kesehatan dari Phyto Fresh Malang. Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia juga menyediakan berbagai hadiah dan doorprize menarik. Seluruh peserta menikmati makan siang yang disiapkan oleh tim Kafe Bunker Gedong Ijen di bawah koordinasi Ibu Dewi, dengan sajian menu ayam aneka saus yang mendapat sambutan positif dari peserta. Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga hadir melalui platform digital bizhouse.id yang selama ini aktif mendampingi pelaku usaha dalam pengembangan pemasaran digital, branding, dan perluasan akses pasar. Menurut Eris Dianawati, selaku PIC kegiatan yang mendampingi proses sosialisasi hingga pelaksanaan acara, keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan UMKM terhadap pelatihan berbasis praktik masih sangat tinggi. "Satu team sebagai PIC dengan Mbak Lensy Destyaningrum, mahasiswa master SDM, kami sangat bersyukur karena antusiasme peserta luar biasa. Dari target awal 30 peserta, kegiatan ini berhasil diikuti oleh 42 peserta aktif dari berbagai komunitas dan sektor usaha. Ini membuktikan bahwa pelaku UMKM sangat membutuhkan pelatihan yang aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka," ujarnya. Sebagai anggota IWAPI , pemerhati UMKM dari kalangan akademisi, sekaligus pemilik platform digital UMKM bizhouse.id, Eris menambahkan bahwa kolaborasi antara organisasi pengusaha, dunia industri, dan platform digital merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM. "Kolaborasi antara IWAPI DPC Malang, PT Sukanda Djaya, EDO Pastry, PT Diamond Cold Storage, dan bizhouse.id menjadi contoh nyata bagaimana sinergi berbagai pihak dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas UMKM secara berkelanjutan," tambahnya. Dalam penutupan acara, Ketua DPC IWAPI Kota Malang, Ibu Arin Suprastiwi, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, mitra, dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. "Kegiatan ini membuktikan bahwa perempuan pengusaha dan pelaku UMKM memiliki semangat besar untuk terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun UMKM yang tangguh dan berdaya saing," ujarnya. "Terimakasih Kami ucapkan terkhusus untuk Ibu Atik Santoso, Pemilik Rumah Produksi Bakpia Menuk, dari WKU 1 IWAPI DPC Sleman yang menjadi narahubung bersama WKU 1 IWAPI DPC Kota Malang, Ibu Anies Purnamasari, SE, dalam disusi dan usulan kegitan Baking Demo ini. Beliau berharap sinergi antara organisasi, dunia usaha, komunitas, dan platform digital dapat terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan yang mampu mendorong semakin banyak UMKM naik kelas serta memperluas pasar usahanya. "Makasih buat smua yg di berikan hari ini... Next pengen ikut lg" testimoni Arafa sebagai peserta kelas basic demo baking siang itu. Kegiatan ditutup dengan sesi networking, foto bersama, dan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing. Tentang Kegiatan: Nama Kegiatan: Demo Baking EDO Pastry Tanggal: Minggu, 31 Mei 2026 Tempat: Kafe Bunker Gedong Ijen, Kota Malang Peserta: 42 orang Penyelenggara: EDO Pastry Mitra: IWAPI DPC Kota Malang, PT Sukanda Djaya, PT Diamond Cold Storage, Edo Pastry dan bizhouse.id Materi: Demo Baking 10 Menu Unggulan, HPP, Menu Cost, dan Pengembangan Usaha Bakery. @erdiana
Lihat Detail
BAKING DEMO EDO PASTRY Bersama : CHEF SARI
Kolaborasi inspiratif antara EDO Pastry, DPC IWAPI Kota Malang, dan bizhouse.id kembali hadir untuk menghadirkan pelatihan baking dasar yang aplikatif, kreatif, dan bernilai usaha. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada: 📅 Minggu, 31 Mei 2026 ⏰ Pukul 09.00 – 12.00 WIB 📍 Cafe Bunker Gedong Ijen, Kota Malang Bersama Chef Sari Utami selaku Technical Chef EDO, peserta akan belajar langsung berbagai teknik dasar pembuatan pastry dan bakery modern, mulai dari puff pastry, danish pastry, burger bun, hingga soft cookies favorit keluarga. Tidak hanya praktik membuat produk, peserta juga akan mendapatkan edukasi mengenai penghitungan HPP, peluang usaha rumahan, hingga strategi pengembangan produk kuliner yang menarik pasar. Melalui sinergi ini, EDO Pastry menghadirkan pengalaman baking profesional dengan bahan berkualitas, DPC IWAPI Kota Malang terus mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM kreatif, sementara bizhouse.id mendukung pengembangan ekosistem digital UMKM agar lebih siap berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Hari/Tanggal : Minggu, 31 April 2026 Waktu: 09.00 - 12.00 Lokasi: Cafe Bungker Gedong Ijen Jl. Terusan Ijen No. 2B, Kota Malang Materi: - Puff Pastry (Es Teler, Palmier, Cheese Stick) - Fruit Danish Pastry (Roti Tisu, Danish Toast, Coffin, Croissant) - Chocolate Chip Cookie & Soft Cookies - Special tambahan menu Edo Bun Burger - Pelatihan yang berkesinambungan dengan konsep pelatihan berjenjang : - Tahap Basic (Pemula) - Tahap Intermediate (Menengah) - Tahap Advance (Mahir) - Jika peserta bisa ikuti semua tahapan maka semua peserta akan mendapatkan Sertifikat untuk dapat menjadi perwakilan Edo Pastry di seluruh Indonesia Benefit: 🌸 Goodie Bag 🌸 Edo Cookie Dough 🌸 Edo Pizza Base 🌸 Icip - icip 🌸 Door prize 🌸 Sarung tangan panggang Edo 🌸 Resep 🌸 Foto Bersama 🌸 Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Biaya: Rp 100.000 (Khusus Anggota IWAPI) / Rp. 125.000 (Untuk Umum) Info dan Pendaftaran: - ERIS : 0812 5200 0603 / LENSY : 0812 2975 0954 Tempat terbatas. Cocok untuk pemula maupun yang ingin upgrade skill baking. Catatan: - Pastikan hadir 15 menit sebelum acara dimulai
Lihat Detail
MBOLANG BARENG 1996 GELAR PENDAKIAN “TEK TOK BUDUG ASU”
Minggu, 24 Mei 2026, komunitas MBolang Bareng 1996 sukses menggelar kegiatan pendakian bertajuk "Tek Tok Budug Asu” yang diikuti para pecinta alam dan penikmat wisata pendakian dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus healing bersama menikmati keindahan alam pegunungan Kabupaten Malang. Perjalanan dimulai dari kawasan Wonosari pada pukul 05.15 menuju loket pendakian dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Selama perjalanan, peserta disuguhi medan yang cukup menantang dengan jalur menanjak, namun tetap memberikan pengalaman trekking yang menyenangkan dan penuh kebersamaan. Setibanya di loket pendakian, para peserta diberikan pilihan dua jalur menuju puncak Budug Asu, yaitu: Jalur Tanjakan Demit dengan jarak sekitar 800 meter, terkenal dengan medan yang lebih menantang dan menanjak. Jalur Alas Keci dengan jarak sekitar 2.000 meter, menawarkan jalur yang lebih panjang dengan nuansa alam hutan yang asri dan sejuk. Kegiatan ini semakin meriah dengan kehadiran tim alumni SMANDA Malang, khususnya peserta terbanyak dari kelas Sos 2 yang turut meramaikan pendakian. Kebersamaan para alumni menghadirkan suasana hangat penuh nostalgia sekaligus mempererat tali persahabatan di tengah suasana alam terbuka. Beberapa peserta yang hadir di antaranya Andi selaku sweeper, Botin, Agung, Eris, dan Wawa yang hadir bersama putrinya, Kinar remaja berusia 15 tahun, kls IX SMPN 2 Kota Malang, yang tetap semangat mengikuti perjalanan pendakian bersama para peserta lainnya. Dalam kegiatan ini, Denny Febarianto selaku leader memberikan beberapa tips kepada peserta, khususnya pendaki pemula, agar tetap menjaga ritme langkah, memperhatikan kondisi tubuh, membawa cukup air minum, serta tidak memaksakan diri saat menghadapi tanjakan. Menurutnya, pendakian bukan soal cepat sampai puncak, tetapi bagaimana seluruh peserta dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman. Sementara itu, Andi selaku sweeper juga terus memastikan seluruh peserta tetap dalam rombongan dan saling menjaga satu sama lain selama perjalanan. Ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dan komunikasi antarpendaki agar perjalanan tetap kondusif hingga turun kembali ke titik kumpul. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berkesan bagi salah satu peserta pemula, Eris Dianawati alumni SMANDA 1996 yang berprofesi sebagi dosen Universitas Islam Malang dan pegiat UMKM yang mengaku sudah hampir dua tahun tidak pernah berolahraga. Meski sempat merasa khawatir tidak mampu menyelesaikan pendakian, Eris akhirnya berhasil mencapai titik tujuan bersama peserta lainnya dengan penuh semangat. Pengalaman ini menjadi motivasi baru untuk kembali aktif menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui aktivitas alam terbuka. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan pendakian dengan aman dan penuh semangat. Selain menikmati panorama alam dari ketinggian, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas, kekompakan, dan semangat kebersamaan antaranggota komunitas. Melalui kegiatan ini, MBolang Bareng 1996 berharap dapat terus menghadirkan aktivitas positif berbasis wisata alam, olahraga, dan persaudaraan yang mampu memberikan energi positif bagi seluruh peserta. “Hiking hari ini bisa berjalan dengan selamat berangkat dan pulangnya. Sampai bertemu di event selanjutnya,” menjadi pesan penutup penuh hangat dari panitia kepada seluruh peserta pendakian. @erdiana
Lihat Detail
Perempuan Ojol Kota Malang Didorong Menjadi Tangguh, Produktif, dan Berdaya di Era Digital melalui Program GASPOL
Perempuan Ojol Kota Malang Didorong Menjadi Tangguh, Produktif, dan Berdaya di Era Digital melalui Program GASPOL Malang — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan bagi Ojek Online Perempuan (OJOL) Kota Malang, pada Rabu, 13 Mei 2026 di Aula Sulfat, Kota Malang. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari komunitas perempuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam program GASPOL. GASPOL merupakan akronim dari Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online Tangguh, sebuah program binaan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Malang yang berfokus pada pemberdayaan emak-emak driver ojek online agar semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan era digital. Acara dibuka dengan suasana religius melalui istighosah dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah dari Fatayat NU yang memberikan motivasi spiritual bagi seluruh peserta. Kegiatan kemudian diteruskan dengan Open Speech dari komunitas relawan Gaspol Tangguh Malang Raya yang fokus pada pemberdayaan usaha perempuan ojol dan dikoordinatori oleh Elok Yudha Lestari. Kegiatan dipandu sekaligus dibuka oleh Ibu Dra. Werayanti, M.Si yang memberikan semangat kepada para peserta agar terus meningkatkan kapasitas diri serta memperkuat solidaritas antarperempuan pekerja sektor informal. Dalam kesempatan tersebut, IWAPI Kota Malang diwakili oleh WKU I, Ibu Anies Purnamasari, SE. Beliau menyampaikan perjalanan dan berbagai program pendampingan GASPOL yang selama ini dijalankan di kantor kesekretariatan IWAPI Kota Malang di Jalan Jambu No. 10. Program tersebut tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga pelatihan usaha, penguatan mental kewirausahaan, hingga pendampingan ekonomi keluarga bagi perempuan ojol. Narasumber pertama, Eris Dianawati, anggota IWAPI DPC Kota Malang, Founder Bizhouse.id, pemerhati UMKM sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA), menyampaikan materi bertema “Perempuan Tangguh, Produktif, dan Berdaya di Era Digital.” Dalam paparannya, Eris menekankan pentingnya perempuan memiliki kemampuan adaptasi digital, keberanian membangun usaha mandiri, serta kemampuan manajemen strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. “Perempuan ojol tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga agen perubahan ekonomi keluarga. Dengan literasi digital dan jejaring komunitas yang kuat, perempuan dapat naik kelas menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya,” ungkapnya. Selain memberikan motivasi kewirausahaan, Eris Dianawati juga memberikan pelatihan penggunaan platform berbasis web kepada seluruh peserta melalui pengenalan dan praktik pemanfaatan platform UMKM digital bizhouse.id. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tersebut, aktif mencermati materi, berdialog, serta berdiskusi mengenai manfaat dan keberlanjutan platform digital dalam mendukung promosi dan pengembangan usaha UMKM perempuan berbasis komunitas. Sementara itu, narasumber kedua, Ketua WCC Malang, Sri Wahyuningsih, SH., M.Pd, memberikan penguatan terkait perlindungan perempuan, pendampingan sosial, serta pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan suportif bagi perempuan. Melalui kegiatan ini, P3AP2KB Kota Malang bersama IWAPI Kota Malang berharap program GASPOL dapat terus menjadi ruang pemberdayaan perempuan ojol agar semakin percaya diri, memiliki kemandirian ekonomi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan keluarga dan masyarakat Kota Malang. #erzada
Lihat Detail
Talkshow Literasi Keuangan: Perempuan Berdaya di Era Digital oleh OJK, FEB UB, PIISEI
Malang – Talkshow bertajuk “Literasi Keuangan: Perempuan Kartini Berdaya di Era Digital; Literasi Keuangan sebagai Kunci Transaksi dan Investasi Aman” sukses diselenggarakan pada Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di Aula Gedung F Lantai 7 FEB UB. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta PIISEI Cabang Malang. Acara ini menghadirkan keynote speaker yang luar biasa, Bapak Farid Faletehan Kepala OJK Malang, yang menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, beliau mengajak peserta untuk lebih cerdas, kritis, dan waspada dalam bertransaksi serta berinvestasi. Salah satu sesi yang paling menarik adalah dialog interaktif bersama Ibu Nathalya Wani Sabu narasumber yang merupakan Senior Advisor di PT Bank Central Asia Tbk, sekaligus Ketua Komite Cyber Security PERBANAS dan Sekretaris ICCA. Dengan pengalaman panjang di sektor keuangan dan keamanan digital, beliau menyampaikan wawasan strategis terkait keamanan transaksi digital, mitigasi risiko kejahatan siber, serta pentingnya perlindungan data pribadi. Penyampaian yang ringan, komunikatif, dan sesekali diselingi humor segar berhasil menciptakan suasana dialog yang hidup dan penuh gelak tawa dari para peserta. Antusiasme peserta terlihat dari beragam latar belakang komunitas yang hadir, antara lain GOW, IWAPI Kota Malang yang dihadiri langsung oleh Ketua DPC Kota Malang, Ibu Arin Suprastiwi, serta Wakil Ketua Umum 1, Ibu Anies Purnamasari. Selain itu, turut hadir perwakilan dari organisasi Aisyiyah serta pelaku UMKM dari berbagai sektor. Partisipasi UMKM juga cukup aktif, khususnya yang tergabung dalam media bazaar digital bizhouse.id, seperti Rasmi Workshop (jasa iklan dan pelatihan digital marketing), Madu Al Baiq, Laraza Dimsum, Annie Cookies, dan Kechally Mukena. Dalam sesi diskusi, para pelaku usaha ini mengajukan pertanyaan kritis terkait strategi pengembangan usaha menuju ekspor berkelanjutan kepada narasumber Febby Antique, yang memberikan insight praktis dan inspiratif berbasis pengalaman nyata. Kemeriahan acara semakin terasa dengan berbagai hadiah menarik yang dibagikan kepada peserta aktif, seperti kartu Flazz dari BCA, perangkat kecantikan dari MS Glow, serta cinderamata eksklusif dari Antique Butik, disertai berbagai doorprize lainnya. Salah satu peserta, Eris Dianawati, founder bazaar digital bizhouse.id sekaligus dosen Program Studi Manajemen FEB UNISMA Malang, menyampaikan pandangannya: “Program literasi keuangan dari OJK ini memiliki nilai strategis yang sangat kuat dalam membangun kapasitas perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan pelaku usaha. Literasi bukan hanya soal memahami keuangan, tetapi juga tentang membentuk pola pikir yang adaptif, bijak dalam mengambil keputusan, serta berorientasi jangka panjang di tengah dinamika ekonomi digital.” Lebih lanjut, ia juga menyoroti materi dari narasumber pertama: “Pemaparan mengenai keamanan transaksi digital dan cyber risk memberikan perspektif baru yang sangat relevan. Di era saat ini, kemampuan mengelola risiko digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kompetensi kewirausahaan modern. Materi ini tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang lebih waspada dan profesional.” Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun jejaring dan kolaborasi lintas komunitas. Penyelenggaraan yang rapi dan interaktif menjadi bukti komitmen panitia dalam menghadirkan program yang berdampak. Sebagai penutup, kegiatan ini menegaskan bahwa PIISEI (Persatuan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) sebagai organisasi sosial memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan perempuan berbasis ilmu ekonomi. Melalui kegiatan seperti ini, PIISEI mampu menjadi jembatan antara literasi, praktik, dan kolaborasi, guna mendorong perempuan Indonesia menjadi lebih mandiri, cerdas finansial, dan siap menghadapi tantangan global. @erzada
Lihat Detail
SOSIALISASI PERKOPERASIAN BAGI MASYARAKAT oleh DISKOPINDAG Kota Malang
Pemerintah Kota Malang Dinas Koperasi , Perindustrian dan Perdagangan pada Sub Kegiatan Peningkatan Produktivitas, Nilai Tambah, Akses Pembiayaan, Penguatan kelembagaan, Penataan Manajemen, Standarisasi, dan Restrukturisasi Usaha, dan dalam upaya memperkuat pemahaman serta meningkatkan peran masyarakat dalam pengembangan ekonomi berbasis koperasi, telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perkoperasian bagi Masyarakat Tahun Anggaran 2026 pada tanggal 4–5 Mei 2026, bertempat di Ballroom Hotel Tuwuh. Kegiatan ini menghadirkan 16 organisasi yang terdiri dari organisasi bisnis, LSM, serta organisasi kepemudaan di Kota Malang. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi yang modern, adaptif, dan berkelanjutan. Dari IWAPI Kota Malang, turut berpartisipasi 6 perempuan pelaku usaha dari beragam bidang usaha. Partisipasi ini mencerminkan peran aktif perempuan dalam memperkuat basis ekonomi keluarga sekaligus memperluas jaringan usaha melalui pendekatan kolektif berbasis koperasi. Dalam perspektif manajemen strategi, koperasi tidak hanya dipahami sebagai lembaga ekonomi tradisional, tetapi juga sebagai instrumen strategis pengembangan usaha. Koperasi berperan dalam meningkatkan daya saing UMKM melalui efisiensi kolektif, memperluas akses pasar, memperkuat akses pembiayaan, serta membangun jejaring bisnis yang terintegrasi antar pelaku usaha. Salah satu peserta, Eris Dianawati, yang juga merupakan dosen di bidang manajemen strategi dan kewirausahaan lanjutan di Universitas Islam Malang, menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran yang sangat relevan dalam konteks pengembangan usaha saat ini. “Koperasi tidak lagi sekadar wadah simpan pinjam, tetapi dapat menjadi platform strategis dalam membangun keunggulan kompetitif UMKM. Melalui koperasi, pelaku usaha bisa mengembangkan kolaborasi, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa integrasi antara konsep manajemen strategi dan praktik koperasi dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan UMKM di era persaingan global dan digital. Kegiatan ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional melalui program strategis pemerintah, yakni penguatan Koperasi Merah Putih, yang menargetkan pembangunan hingga 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari visi jangka panjang bangsa dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan, sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya program tersebut, koperasi diharapkan tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dalam tata kelola, inovasi, serta kontribusinya terhadap pengembangan usaha masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang tata kelola koperasi yang profesional, tetapi juga diarahkan untuk melihat koperasi sebagai platform kolaboratif dalam pengembangan usaha dan penguatan jejaring bisnis. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong lahirnya koperasi-koperasi yang inovatif, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu menjadi penggerak utama dalam strategi pengembangan usaha dan penguatan jejaring bisnis di Indonesia, khususnya di Kota Malang.
Lihat Detail
BISIK (Bincang Asik UMKM Malang x Bizhouse.id)
Kamis, 30 April 2026, suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa di Annie Cookies & Risolaris, Jl. Jembawan, Sawojajar, Malang. Kegiatan BISIK (Bincang Asik UMKM Malang) yang berkolaborasi dengan Bizhouse.id sukses menjadi ruang temu, belajar, dan berbagi pengalaman bagi para pelaku UMKM. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen komunitas dan organisasi, mulai dari Ketua KIM Lowokwaru, anggota aktif IPEMI Kota Malang, Koordinator IWAPI Ranting Sukun, hingga anggota IWAPI Ranting Kedungkandang. Turut hadir pula founder Bizhouse.id, Eris Dianawati, yang juga merupakan dosen FEB UNISMA Malang sekaligus pelaku UMKM Sambal Doktor. Mengangkat tema digital marketing, diskusi dipandu oleh para praktisi yang langsung berbagi pengalaman nyata di lapangan. Ibu Dilla Sekarmira mengulas strategi pemasaran digital yang relevan dan mudah diterapkan oleh UMKM. Bapak Bima menambahkan wawasan mengenai pentingnya desain web sebagai wajah bisnis di era digital. Sementara itu, Ibu Ikka, pemilik Dcail Fashion dan coklat karakter berlegalitas, berbagi perjalanan bisnisnya yang inspiratif, mulai dari merintis hingga mengembangkan produk yang siap bersaing. Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi semata. Para peserta juga langsung mempraktikkan strategi promosi melalui sesi live streaming. Dengan memanfaatkan perangkat sederhana seperti smartphone dan pencahayaan yang memadai, pelaku UMKM diajak untuk tampil percaya diri mempresentasikan produknya secara langsung. Dalam praktik tersebut, peserta belajar bagaimana menyusun alur komunikasi saat live, mulai dari membuka interaksi dengan audiens, menyampaikan cerita di balik produk, hingga melakukan soft selling yang natural. Interaksi real-time dengan penonton juga menjadi kunci, di mana pelaku usaha diajak aktif merespons komentar dan membangun kedekatan dengan calon konsumen. Di akhir sesi, peserta diarahkan untuk menyampaikan call to action secara jelas, seperti mengarahkan pembelian melalui WhatsApp, marketplace, maupun platform Bizhouse.id. Lebih dari itu, hasil live streaming juga dimanfaatkan sebagai konten berkelanjutan. Video yang dihasilkan dapat dipotong menjadi konten pendek untuk media sosial seperti Instagram dan TikTok, sehingga memperluas jangkauan promosi secara lebih efektif. Kegiatan BISIK ini menjadi bukti bahwa penguatan UMKM tidak harus selalu formal dan kaku. Dengan suasana santai namun tetap terarah, para pelaku usaha justru lebih mudah menyerap ilmu dan langsung mengimplementasikannya. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, UMKM di Malang semakin siap bertransformasi secara digital dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. BISIK bukan sekadar bincang santai, tetapi langkah nyata menuju UMKM naik kelas. #erzada
Lihat Detail
IPEMI Kota Malang Gelar Halal Bihalal & Peringatan Hari Kartini, Perkuat Jejaring dan Kapasitas Pengusaha Muslimah
Malang, 24 April 2026 — Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kelahiran RA Kartini di Hall Makky Resto Lt. 2. Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 pengusaha muslimah yang tampil anggun mengenakan kebaya dan kain tradisional, mencerminkan semangat Kartini yang elegan dan berdaya. Kegiatan dibuka dengan sambutan Wakil Ketua 1, Ibu Zam, yang menekankan pentingnya kebersamaan dan peningkatan kualitas diri dalam berwirausaha. “Momentum Halal Bihalal ini bukan hanya untuk saling memaafkan, tetapi juga untuk memperkuat sinergi dan keberanian perempuan dalam mengambil peran strategis di dunia usaha,” ujarnya penuh semangat. Selanjutnya, Sekretaris 1 Ibu Mufida memaparkan program kerja IPEMI ke depan yang berfokus pada penguatan kapasitas anggota, digitalisasi usaha, serta perluasan jaringan bisnis. “IPEMI hadir untuk menjadi rumah bertumbuh bagi para pengusaha muslimah—tempat belajar, berjejaring, dan saling menguatkan,” ungkapnya. Acara dipandu dengan penuh energi oleh MC, Ibu Retno, yang menghadirkan suasana hidup dan interaktif sepanjang kegiatan. Salah satu sesi utama adalah tausiyah bertajuk “Rahasia Pemanggil Kekayaan” yang disampaikan oleh Ustadzah Nurul, yang mengajak peserta untuk menyelaraskan ikhtiar usaha dengan kekuatan spiritual. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan praktis melalui seminar public speaking oleh Ibu Zenitha, yang membahas pentingnya komunikasi efektif dalam membangun brand dan kepercayaan pelanggan. Dilanjutkan dengan sesi dari Mas Gunawan yang mendorong para peserta untuk lebih terampil memanfaatkan platform Shopee sebagai sarana pengembangan bisnis digital. Acara turut didukung oleh sponsor METEOR CELLULER yang memperkenalkan produk terbaru OPPO dengan teknologi canggih, yang dinilai sangat relevan untuk mendukung aktivitas bisnis para pengusaha, khususnya dalam hal pemasaran digital dan komunikasi. Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya lomba fashion antar peserta, yang dinilai oleh juri profesional dari LKP Tata Busana dan dosen Tata Busana Universitas Negeri Malang. Selain itu, lomba membungkus kado dan sesi tukar kado menjadi penutup yang hangat dan penuh kebersamaan. Pengurus IPEMI yang terlibat dalam kepanitiaan, Eris Dianawati, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya strategi pemberdayaan perempuan dalam konteks saat ini. Menurutnya, perempuan harus mampu menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri secara finansial, namun tetap menjaga keseimbangan dengan peran dan fitrah sebagai perempuan. “Perempuan berdaya adalah perempuan yang mampu berdiri secara ekonomi, cerdas dalam mengambil keputusan, namun tetap menjunjung nilai-nilai keluarga dan kodratnya. Di sinilah pentingnya komunitas seperti IPEMI untuk saling menguatkan,” ujarnya. Kegiatan ini diselenggarakan dengan misi mempererat silaturahmi antar anggota IPEMI sekaligus meningkatkan kapasitas dan keterampilan pengusaha muslimah, termasuk mendorong adaptasi digital dalam bisnis. Semangat Raden Ajeng Kartini dihadirkan sebagai inspirasi perempuan yang mandiri dan berdaya. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh manfaat nyata berupa penguatan jejaring bisnis, peningkatan wawasan spiritual dan motivasi usaha, serta keterampilan praktis seperti public speaking dan digital marketing. Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan gelar produk anggota, yang menjadi ajang promosi, memperluas pasar, dan membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha. Dalam sesi seminar, disoroti tantangan public speaking yang kerap dihadapi pengusaha, seperti kurang percaya diri, kesulitan menyusun pesan persuasif, minimnya pengalaman tampil, serta belum optimalnya penggunaan storytelling. Padahal, kemampuan ini sangat penting untuk membangun personal branding, memperluas relasi, dan meningkatkan penjualan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa pengusaha muslimah tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga terus berkembang secara intelektual, spiritual, dan sosial, selaras dengan semangat Kartini. @erzada
Lihat Detail